“Mesoh-mesoh”…..ah cukup familiar di sini, kalau mesophotamia ini juga tidak terlalu asing meski mengandung kata “meso” tetapi juga bukan jenis umpatan…sekarang bagaimana dengan Mesothelioma…..ada unsur “meso” disana, dan memang jika kita dihampiri Mesothelioma ini, bukan hanya mesoh-mesoh yang dapat mengusirnya, tetapi bantuan sang dokter-lah jalan terbaiknya.
Mesothelioma.adalah L U S I (Laten Udara Sumber Infeksi) yang telah akut sehingga terus tumbuh menjadi salah satu jenis kangker http://en.wikipedia.org/wiki/Mesothelioma. Kangker ini paling jamak muncul di pleura, atau lapisan seputar paru-paru. Terkadang juga bisa terjadi berjajar sepanjang perut dan jantung.
Benih Mesothelioma
L U S I yang paling besar potensi adalah dari pecahan Asbes, di kita lebih dikenal sebagi penutup atap/plafon, meski bahan ini juga dipakai untuk benda tahan api. Kalau asbes dipecahkan atau dirusakkan, akan berbentuk serat halus. Ini serat tipis dan seperti jarum dan dengan mudah melayang di udara.
Gumpalan tebal debu asbes adalah hal biasa di tempat pembongkaran gedung, pabrik atau bengkel. Orang yang datang ke dalam tempat tersebut akan menghirupnya lewat hidung atau menelannya dari udara,salanjutnya di dalam badan,serat ini melengket lapisan seputar paru-paru atau perut. hal ini lama kelamaan menyebabkan radang dan pada akhirnya kanker.
Tercatat ratusan orang meninggal di Jepang gara-gara menghirup debu asbestos alias asbes. Mereka menderita mesothelioma, yakni kanker yang menyerang rongga dada, paru-paru, dan perut. Itu semua disebabkan oleh debu asbes yang terhirup. Debu asbes yang sangat kecil dan tajam ini bisa melukai rongga pernapasan, apalagi jika berlangsung berlarut-larut.
Setidaknya, banyak perusahaan di Jepang melaporkan lebih dari 300 karyawannya meninggal akibat menghirup debu asbes. Perusahaan Kubota Corp. melaporkan 79 pegawai yang bertugas memproduksi asbes meninggal. Di tahun 2003 saja ada 878 korban yang menderita mesothelioma terpaut dengan akibat dari terhirupnya debu asbes. Ini menunjukkan peningkatan jumlah korban dari yang tadinya 500 korban di tahun 1995 (http://www.nusaku.com)
Asbes yang dikombinasikan dengan semen dan merupakan batuan mineral yang kerap dijadikan langit-langit rumah itu termasuk karsinogen atau zat pemicu terjadinya kanker. Di tahun 1995 di Jepang dikeluarkan larangan penggunaan asbestos biru dan cokelat karena termasuk tipe karsinogen yang sangat tinggi ( http://puthzel.com).
Yang mengkhawatirkan lagi saat ditemukannya beberapa wanita meninggal karena mesothelioma. Padahal mereka tidak bekerja di penambangan. Para ahli mencurigai mereka terkontaminasi debu yang dibawa ke rumah oleh suami mereka yang bekerja di penambangan asbes.
Maka L U S I harus diwaspadai agar kita tidak sampai “mesoh-mesoh” karena terjangkit Mesothelioma.